Kamis, 20 Maret 2014

Kopi Sebelum Olahraga

Mengonsumsi kopi sebelum berolahraga mampu membakar lemak lebih banyak. Riset Kevin J. Acheson dari Pusat Penelitian Nestle, Swiss, pada 2011 menunjukkan konsumsi kafein 8 mg/kg bobot badan sebelum berolahraga mampu meningkatkan laju metabolisme tubuh hingga 16%. Selain itu, terjadi peningkatan pembakaran lemak meskipun tidak signifikan.

Penelitian yang terungkap dalam The American Journal of Clinical Nutrition menyatakan konsumsi 150 gram kafein sebelum latihan mengurangi kelelahan dan meningkatkan kemampuan fisik sebesar 12,4%. Menurut Acheson, kafein melepaskan lemak dari jaringan adiposa sehingga lemak lebih mudah dibakar.
***

Sumber: Trubus 532 – Maret 2014/XLV

Sabtu, 15 Maret 2014

Jamu untuk Serama Prima

Musim hujan sering kami menyebabkan stamina ayam ketawa dan serama turun sehingga performanya tidak maksimal. Santiaji, pehobi di Jakarta Timur, memiliki cara jitu untuk menjaga stamina ayam ketawa dan serama miliknya. Ia membuat jamu berbahan jahe, kencur, gula merah, dan tomat. Ia mencampur semua bahan, memasak hingga kental, lalu menyuapi langsung ke mulut ayam.

Jatahnya 1 sendok teh per ekor. Frekuensi pemberian jamu itu cukup seminggu sekali. Dengan perlakuan itu suara ayam tetap jernih dan staminanya baik meskipun sedang musim hujan.
***

Sumber: Trubus 532 – Maret 2014/XLV

Senin, 10 Maret 2014

Daun Waru Anti Bakteri

Bakteri metanogenik menyebabkan sapi kehilangan energi sampai 15% dari makanan yang diserapnya. Riset Isti Arum dari Fakultas Peternakan, Universitas Jenderal Sudirman, Purwokerto, Jawa Tengah pada 2013 membuktikan daun waru menurunkan aktivitas bakteri metanogenik pada sapi.

Sopanin di daun Hibiscus titiaceus itu ampuh menurunkan populasi protozoa dengan memecah membran protozoa. Pengurangan protozoa mempengaruhi populasi bakteri metanogenik dan bakteri pendegradasi serat (selulolitik). Akibatnya sapi tidak akan kehilangan energi. Pemberian ekstrak daun waru sebanyak 106,69 ppm terbukti menekan populasi protozoa hingga titik minimum yaitu 5.752,86 sel/ml.
***
Sumber: Trubus 532 – Maret 2014/XLV

Rabu, 05 Maret 2014

Gadung Usir Ulat

Maryani Cyccu Tobing di Program Studi Agroekoteknologi Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara membuktikan umbi gadung efektif mengatasi ulat grayak Spodoptera litura terhadap tanaman tembakau Nicotiana tabacum. Hama itu memnyebabkan kehilangan hasil tembakau 40%.

Maryani mengambil 120 gram umbi gadung, mengupas lalu memblender hingga halus. Ia menambahkan 1 liter air dan 10 ml etanol. Semprotkan pada tanaman dengan interval 7 hari. Serangan ulat pada tembakau yang telah disemprot umbi gadung hanya 30%. Sementara tanpa penyemprotan 49%.
***

Sumber: Trubus 532 – Maret 2014/XLV

Sabtu, 01 Maret 2014

Biji Jarak, Halau Hama Gudang

Serangan hama pada kacang hijau tak hanya terjadi di ladang. Serangan kumbang Callosobruchus chinensis merusak 70% kacang hijau di penyimpanan. Untuk mengatasi itu, Putri Mustika Sari, alumnus Agroekoteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara, memanfaatkan biji jarak pagar Jatropha curcas.

Putri menjemur 15 gram biji jarak tua selama 3 hari, memblender, dan mengayak. Ia lalu mencampurkan ke dalam 500 gram kacang hijau. Artinya, untuk mengawetkan satu karung (50 kg) kacang hijau perlu 1,5 kg biji jarak. Cara itu mengurangi serangan kumbang hingga 93% pada hari ke-24 setelah aplikasi.
***

Sumber: Trubus 532 – Maret 2014/XLV

Jumat, 28 Februari 2014

Setop Burung Berahi

Burung anis merah yang galak dan hiperaktif tanda ia sedang berahi berlebihan. Hal itu perlu dihindari jika burung ikut kontes karena bakal mendapat nilai kecil.

Pehobi burung di Yogyakarta, Irvan Sadewa, mengatasinya dengan memberikan satu jangkrik pada pagi dan sore serta satu cacing tanah 2 kali sepekan. Ia juga melakukan pengembunan antara pukul 05.30 – 06.00 dan memandikan burung 3 kali sehari serta menjemurnya 30 menit. Terakhir Irvan mengisolasi anis merah berahi untuk sementara waktu. Dalam 3 hari anis merah kembali normal.

***

Sumber: Trubus 531 – Februari 2014/XLV

Selasa, 25 Februari 2014

Atasi Kambing Kembung

Peralihan musim hujan dan kemarau kerap memicu penyakit kembung pada kambing peranakan ettawa (PE). Ciri perut kembung antara lain keluar cairan bening dari hidung serta lebih banyak diam. Jika tidak segera ditangani PE bisa mati dalam 3 hari.

Peternak di Lumajang, Jawa Timur, Agus Setiawan, mengobati kambing PE kembung dengan memberikan 1 kemasan jamu masuk angin untuk manusia. Kedua, kambing itu diberi 100 ml minuman bersoda. Terakhir Agus mengoleskan minyak kayu putih ke perut kambing PE. Selang 1-2 hari kambing PE sehat kembali.

***

Sumber: Trubus 531 – Februari 2014/XLV

Kamis, 20 Februari 2014

Pemutih Kulit Nangka

Kulit batang nangka mampu mencegah pigmentasi kulit. Tiga peneliti di Jurusan Pendidikan Kimia, Universitas Pendidikan Indonesia, Florentina Maria Titin Supriyanti, Zackiyah, dan Wisda Seviana Putri, membandingkan daya inhibisi melanin ekstrak metanol kulit batang nangka Artocarpus heteropyllus, sukun A. Altilis, dan keluwih A. Communis.

Jumlah melanin yang berlebihan menimbulkan hiperpigmentasi – penggelapan kulit abnormal yang menimbulkan gejala seperti bercak coklat atau hama hitam di kulit.

Daya inhibisi terkuat terdapat pada kulit batang nangka dengan nilai IC50 – konsentrasi larutan inhibitor yang dibutuhkan untuk menghambat 50% aktivitas tirosin-tirosinase – sebesar 103,29 ug/ml. Kemampuan itu diduga karena kandungan flavonoid yang tinggi.

***

Sumber: Trubus 531 – Februari 2014/XLV

Sabtu, 15 Februari 2014

Kepel Halau Asam Urat

Kepel Stelechocarpus ternyata antiasam urat. Purwatiningsih dan Arief Rahman Hakim dari Fakultas Farmasi, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, menemukan bukti ekstrak daun kepel menghambat kerja enzim xanthin oksidase, pemicu asam urat.

Penelitian yang melibatkan 65 tikus itu menunjukkan adanya efek hipourikemia ekstrak etanol maupun heksan daun kepel yang setara dengan alloporinol – obat antiasam urat. Pada hari ke-19, penurunan kadar asam urat rata-rata pada kelompok pemberian allopurinol 50,82 – 91.16% ekstrak etanol daun kepel 60,86 – 78,33%, dan ekstrak heksan daun kepel 78,23 – 88,52%.

***

Sumber: Trubus 531 – Februari 2014/XLV

Senin, 10 Februari 2014

Dendrobium Segar 22 Hari

Dendrobium potong bisa tetap segar dan indah selama 22 hari, lazimnya 13 hari. Itulah hasil riset Ahmad Aditya Kurniawan dan rekan dari Fakultas Pertanian, UniversitasBrawijaya., Malang. Ahmad menggunakan larutan pengawet berupa campuran 0,15 g asam sitrat, 250 g ekstrak sirih, 100 g gula pasir, dan seliter air akuades. Ia kemudian merendam anggrek dendrobium dengan panjang tangkai 30-40 cm, berkuntum 8-12 buah, dan 75% kuntumnya mekar dalam larutan pengawet sekitar sejam.

Hasilnya, bunga dendrobium tetap segar hingga 22 hari atau lebih 9 hari dibandingkan kontrol atau hanya direndam air saja.

***

Sumber: Trubus 531 – Februari 2014/XLV